Ribet!
Itu kata pertama yang menggambarkan diri seorang wanita pada umumnya kaum adam beranggapan. Hal ini lumrah saja, mengingat banyak stuff yang mengikuti langkah wanita pada umumnya. kebanyakan wanita jika berpakaian yang mereka fikikan tidak hanya baju atau celana yang akan mereka pakai tetapi kepaduan antara keduanya dan aksesoris lain sepatu, tas, jam, dan make up. Bagian tersebut memang suatu kepaduan dari diri wanita terlepas dari seperti apa style yang mereka anut.
Banyak diantara hal diatas yang membuat sebagian kaum adam beranggapan repot. Karena memang garis dari perempuan selalu ingin tampil menarik.
Namun, pernahkah terfikirkan oleh kaum adam bagaimana opini dari kaum wanita tentang pria?
bagaimana opini wanita tentang pria yang rapi, bersih, dan wangi?
Bagaimana opini wanita dengan pria yang teratur dan punya list hidup?
Saya yakin sebagian besar wanita setuju untuk hidup bersama dengan sosok pria seperti diatas.
Hanya sekedar untuk renungan. ^^
Tuesday, March 5, 2013
Opini
Saturday, March 2, 2013
Crazy Dream
Yaaa... dari pada nanti pas udah punya anak bingung mau kasih apa, aku prepare dari sekarang nama anak untuk anak-anak aku nanti. That's sound like crazy but that's soooo helping soon.
Ok dari nama laki-laki I hope I have a littel boy first. Hahaa
Alfabian artinya kecil mungil. Hhhhaa yayaaa waktu baby kan emang gitu ya selalu kecil. Soo classic!!!
Nama untuk laki-laki lainnya masih belum kepikiran. Kan, jelas kan kalo nyari nama anak itu susah. Susah!
ini aja belum punya anak udah susah nyarinya apalagi kalo udah nanti, jangan-jangan asal kasih. Oh God!
Nah, untuk anak perempuan, Zoey artinya Kehidupan. Yaaa you know Zooey Dischannel? Teriapirasi dari dia sih ya asik aja namaya.
Tapi untuk aku cukup satu "O"-nya kadang kalo diadaptasi ke Indonesia susah juga ya.
Untuk nama panjangnya Nanti aja tinggal ambil nama Papa nya siapa hahahhaahaha
Ok, that's all.
Mudah-mudahan besok ingat buka ini blog pas mau ngasih nama anak. Amin ^^
Monday, September 5, 2011
Derita Mahasiswa
Aku emang terlalu lemah untuk urusan ngibulin orang tapi untuk menghindar dari orang apalagi pembimbing sekarang dah mulai lihai. Sebenarnya kalau saja dari semester pertama udah tau dan jelas gimana itu kuliah dan apa aja yang mesti diikuin pastinya udah gak kayak gini di akhir. IP masih pas-pasan mau ngikutin kata pembimbing untuk buat proposal penelitian masih kurang paham dengan materi apapun. Mau ditunggu lama-lama setiap pulang kampung orang tua pasti nanyanya kapan wisuda. Streeees tau?! #deritamahasiswa.
Belum hal lain yang mau gak mau ikut difikirin nikah dan kerja atau kerja dan nikah, yah kerja dan nikah. Harusnya rancangan hidup ini udah dibuat jauh jauuuuuuh sebelum Akuu masuk kuliah. Apa boleh buat udah sampe diakhir ini baru bisa nyesel gak penting juga ya kan?!
Doain aja deh untuk proposal - seminar - penelitian - skripsi - seminar hasil - wisuda LANCAR yah! *big hug dong*
Untuk Dirasa Bukan Dibaca
"Cinta itu kadang rumit untuk dimengerti, sulit untuk dikatakan dan sulit untuk ditebak. Cinta terkadang membuat fikiran, prinsip dan keyakinan luntur. Cinta jika diperbincangkan membuat orang yang tak merasakan mual dan orang yang merasakan mabuk karenanya. Cinta membuat pembatas antara benar dan salah menjadi baur. Cinta mampu mengalahkan ego hanya dengan sekejap kata “cinta”. Cinta dapat merubah semua yang diam berbicara, semua yang dingin hangat dan semua benci menjadi CINTA."
Mungkin kalian tertawa membaca kalimat-kalimat diatas tapi untuk saat ini itu yang terasa. Lama Aku berfikir untuk menulis tulisan ini apalagi untuk mempost-kan ke blog. Masih ada sedikit ragu karena Aku sendiri sebenarnya belum terlalu merasakan apa yang Aku tulis. Masih ada malu karena Aku sendirri sebenarnya belum menemukan apa yang Aku tulis. Masih ada marah karena aku sendiri sebenarnya menyimpan cerita yang belum terselesaikan dari tulisan ini. Apapun itu dengan tulisan ini lebih baik dari pada tidak sama sekali karena ini satu-satunya cara untuk penyadaran diri bahwa sebenarnya apa yang aku tulis itu ADA.
Saturday, July 9, 2011
Off for DAMN Vacation
Sebenarnya bukan karena apa yang akan terjadi disana, dengan fasilitas yang minim dan segala macam yang berbau "Jungle", ini terlebih karena gak adanya kejelasan bagi kita-kita yang pergi KKN yang dapatnya di daerah nun jauh disana yang memang benar-benar sulit dijamah untuk melakukan daftaran kuliah dan daftaran KRS. Yaa... itu hal pertama, hal lainnya bayangkan KKN yang dimulai senen besok itu memakan waktu hingga bulan puasa, berarti puasa pertama mesti RELA tidak menelfon keluarga. Sekali lagi aku cuma bisa bilang OK.!!
Akhirnya untuk satu bulan kedepan bye bye dulu ya tweet, blog, fb dan youtube. OK!!
Doakan aja damn vacation ini jadi nice vacation, AMIN.
Sunday, June 26, 2011
Pelajaran Hari Ini
Mendengarkan pendapat orang lain baik yang pro maupun yang kontra. Cari tahu dengan pasti apa saja yang menjadi permasalahan dari kedua belah pihak. Diskusikan permasalahn secara terbuka dalam forum apa saja yang menjadi masalah. Adanya perbedaan jangan menjadi hambatan untuk berkomunikasi dengan baik. Emosi adalah hambatan yang paling besar dan sering terjadi dalam menerapkan komunikasi yang baik sehingga sulit tercapainya penyelesaian suatu masalah. Bagi sebagian orang, emosi harus dikeluarkan agar tidak menjadi dendam dan malah membuat hal semakin memburuk. Saya beranggapan sama kalau produk akhirnya akan menjadi lebih buruk, tapi di lain pemikiran kita dapat menempatkan emosi tersebut ketempat yang lebih tepat. Emosi yang meledak-ledak dan tidak pada tempatnya justru akan membuat suasana semakin tidak terarah dan akan menambah lebih banyak masalah lagi.
Sulit memang menegakkan komitmen berorganisasi atau profesionalitas, apalagi anggota dalam organisasi tersebut tidak lain adalah teman kita sendiri. Jika terjadi sesuatu yang tidak pada koridornya akan lebih sulit untuk mengatakan ‘tidak’, saya yakin itu. Nah, disinilah peranan hati dan fikiran kita untuk bagaimana menyesuaikan diri dengan keadaan. Dalam suatu kesempatan terjadi hal yang tidak menguntungkan atau tidak mengenakkan selesaikan secepat mungkin dengan keadaan yang baik. Mungkin bukan hal pertama untuk kita mendengar kata-kata tersebut , namun memang begitulah cara yang ampuh. Kalau sesuatu tersebut bersifat pribadi maka selesaikan secara pribadi dan jika hal tersebut bersifat kelompok maka selesaikan di forum dengan menjunjung tinggi nilai etika berkomunikasi. Tunjukkanlah profesionalitas dengan mengamalkan nilai manusia yang berpendidikan. Libatkan orang yang lebih tua atau tepatnya yang berpengalaman untuk menyelesaikan masalah tersebut namun bukan berarti kita berpangku tangan. Selesaikan dengan mendengarkan ‘petuah’ mereka yang lebih berpengalaman dan dikondisikan dengan hal yang terjadi. Dari sekian yang dapat menjadi solusi satu yang harus digaris bawahi yaitu komunikasikan sesuatu dengan baik dan perlihatkan pada sekitar bagaimana seharusnya orang yang berpendidikan itu bertindak.
Pindahan
Saturday, June 25, 2011
(-.-)
Tuesday, May 24, 2011
Who's Care?!
Ketika saya menulis tulisan ini saya baru saja pulang dari makan malam di luar. Kejadian menarik yang saya alami malam ini cukup membuat opini baru tentang peraturan mungin daerah mungkin negri ini. Mungkin banyak diantara kita melihat tuna wisma berkeliaran dijalanan saya setuju jika kita menyayangkan hal ini terjadi. Hal yang lebih saya sayangkan terjadi ketika melihat seorang bapak paruh baya berkeliaran tengah malam di jalanan. Dengan barang - barang yang didapatnya dari jalan atau tong sampah terselimut di seluruh tubuhnya. Rambutnya tidak terurus jangankan untuk dipotong dicuci saja tidak. Jenggot putihnya memenuhi sebagian muka, matanya sayu dan tatapannya kosong. Mungkin bisa diambil kesimpulan bapak tua ini mengalami gangguan jiwa. Hal yang terlintas difikiran saya pertama kali adalah 'dimana keluarganya?' namun kepada siapa saya harus bertanya. Keadaan malam itu gelap dan bapak tua itu hanya duduk sendiri di halte yang lampunya redup sambil mengunyah sesuatu dari kantong-kantong sampah pungutannya. Tatapannya yang menunjukkan rasa takut ketika saya dan adik kos saya mendekati memberi sebungkus nasi cukup membuat saya dan adik kos saya tahu bahwa keadaannya tidak baik mungkin secara psikis. Saya hanya menyayangkan hal ini terjadi seandainya saja keluarga bapak tersebut masih ada maka betapa teganya menelantarkan orang tua seperti itu dijalan, jika pun tidak ada maka pemerintah lah yang tega membuat orang tua seperti bapak tersebut bernasip memilukan. Cobalah renungkan sedikit saja betapa memilukannya jika hal tersebut terjadi pada diri kita atau terjadi pada orang tua kita ataupun keluarga kita. Tuhan menciptakan kita didunia ini untuk saling membantu, menyayangi dan hidup berdampingan maka seharusnya hal seperti itu tidak akan pernah terjadi.