Wednesday, April 27, 2011

Masih Belum Ada Judul - Part I

Masih seperti pagi-pagi sebelumnya,dengan secangkir teh hangat di meja pojok beranda rumah tua dan ditemani dengan Ngah kucing belang hitam penghuni rumah itu menatap datar ke arah jalan sambil mengelus bulu Ngah.
''Pagi mbak!''
Seru seseorang di sebrang jalan yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari beranda rumah itu.
Dengan senyum datar Emma penghuni rumah itu menjawab.

''Mbak, obatnya mbak'' Ara datang dari dalam rumah membawa sekeranjang kecil obat-obatan dengan seragam yang rapi dan tentunya harum.
''Aku pulang jam empatan mbak mau dibawakin apa?, oh ya nanti Raka datang mau baikin kran belakang ya mbak'' sambil membuka satu persatu obat-obat itu dan meletakkannya ke tangan kanan Emma.
''Kamu pergi aja,aku bisa sendiri!''. Menarik obat-obat itu dan segera menelan habis.
Dengan muka datar Ara mengemasi barang-barangnya dan perlahan bangkit dari tempatnya.
Hal itu hampir tiap hari terjadi semenjak penyakit itu merayapi tubuh Emma,dan setiap hari pula Ara harus bersabar dengan sifat dinginnya Emma.

###

No comments:

Post a Comment